Rabu, 26 September 2012

Puisi "Kemanakah"



Kemanakah ??????
Betapa pedihnya hati ketika orang kau cintai berbuat dusta
Haruskah kita tinggalkan semua kenangan indah
kembali berjalan seorang diri pada jalan lurus tak bertepi
Ataukah memang Yang Kuasa menghendaki
Haruskah............Kehidupan yang memberi kita hidup terkubur dalam angkuh
Atau adakah nganga maaf membentang
Meski tak tampak sinar terang membayang
Tetapi gapainya tak sanggup terjulur
Meski rentang telah dijelujur
Kadang ampun tak lagi ampuh
Luluhkan nyeri yang mendalam
Meski korban akan berdebam
Tapi sadar jauh dari permukaan
Terseret dalam oleh kekecewaan
Ataukah kita memang tidak berperi

Puisi "Hidup"



             Hidup  
Lapang rasanya dada ini
perlahan dan mengherankan
sebuah rasa berjalan surut
Jika bongkah itu meredup
Ada sekelumit asih yang tersisa
berupaya menggapai dunia nyata
tetapi batas telah terlampaui
menginjaknya jauh dalam lubang hitam
Melihat cakrawala membentang
ada kepak yang menguak
mencari mangsa dahaga cinta
akankah tercipta landas yang terdamba
Biarlah hidup menentukan kehidupan
asal terniat kebajikan semata

Puisi "Berjuang dalam Kehidupan"


Meski lelah kulepas ingsut kaki ini satu persatu bergontai
Ku tak mau terdiam nanar menggapai
Meski ku tahu lembah impian jauh dari jangkauan
Tapi mimpi tetap ku jadikan arahan

Hingga bentang air biru tak tembus pandang menghadang
Berbekal serpih-serpih pokok kayu yang tumbang
Kurangkai rakit penembus gelombang

Berharap kulabuhkan ingin dipulau penggalang

Terhenyak aku dalam kesendirian
Menyadari bekal asa yang semakin terkikis
Tetapi beban tetap bergelantungan
Seakan tak peduli ketiadaan

Sembilu sayatlah hati ini agar terkoyak semakin dalam
Hingga terasa perih yang tak berkesudahan
Yang dapat memicu daya juang yang hampir padam
Agar dapat kuselesaikan seluruh beban yang kusandang

Puisi "Tak Tertahankan"

Tak Tertahankan

Terseok langkah ini kubawa menjauh
Karena kutahu peruntukkanku bukan untukmu
Damba cinta berpaling dari kita
Meski liku telah terjalani bersama

Jika puing itu tak kau bawa pulang
Tuk menimbun tulus dambaanku
Dan membuatku terpana nanar menggapai

Teronggok tanpa harga
Kupaksa geliat tuk berlari dari lumpur ciptaanmu
Berharap tetes air menyirami diri
Simpuh ini kupersembahkan padamu
Karena diri ini harus kupalingkan

Yang Maha Kuasa
Bukalah mata hati ini
Bukalah peka ini
Agar sesal tak berulang

(terinspirasi dari curahan hati seorang sahabat(wanita) yg dihianati pasangannya)
untukmu sahabatku rangkaian kata ini kususun berbekal pejaman mata yang mengayun meraba duka.